Anjing tanah (36)

 

Bahasa Indonesia Bahasa Duri

Anjing tanah

A1: Mengapa banyak sekali lobang di kolong rumah ini?
B1: Sebab banyak sekali anjing tanah yang membuatnya.
A2: Bagaimanakah bentuk anjing tanah itu?
B2: Seperti kutu.
A3: Manggigitkah anjing tanah itu?
B3: Mereka tidak menggigit.
A4: Bagaimanakah caranya kalau mereka membuat lobang?
B4: Kalau mereka membuat lobang, mereka gali tanah sehingga menjadi lobang.
A5: Biasakah anjing tanah itu dibuat mainan oleh anak-anak?
B5: Ya biasa. Pada waktu saya masih kecil, biasa saya jadikan mainan. Kalau kita mau menangkapnya, kita ambil satu, kemudian diikat dengan tali, baru diturunkan ke dalam lobang temannya yang lain supaya mereka berkelahi. Kalau mereka sudah berkelahi mereka saling menggigit kemudian ditarik baru ditangkap.
A6: Apakah yang bunyi tadi?
B6: Yang bunyi tadi namanya guntur.
A7: Bahayakah kita keluar kalau ada guntur?
B7: Kalau kita berada pada daerah dataran rendah berbahaya, tapi kalau pada daerah pegunungan tidak begitu berbahaya.

Cuccu’ bungin

A1: Ciapari nabuda gaja kalisong ntee bala?
B1: Ia to buda gajai cuccu' bungin ngkabua'i.
A2: Matumbara to disanga cuccu' bungin?
B2: Susi bang to kutu.
A3: Pakengkeraka to disanga cuccu' bungin?
B3: Te'da ia napakengke.
A4: Matumba ke nakabua'i to kalisong?
B4: Iake ngkabua'i kalisong, nakambuhhi jiong mai to litak na menjaji kalisong.
A5: Biasaraka napaningoan pea to cuccu' bungin?
B5: Ie', biasa. Ia tonna kubiccu' unapa, biasa kupaningoan. Iana den madoang njokkoi, dialai mesa', nadiulangngi mane' dipado' kalisongna solana nasibobo'. Ia nasibobo'mo, sikengkemi mane' dirui' nadijokko.
A6: Apara joo noni nena'?
B6: Ia to noni nena' disanga galugu.
A7: Bahayaraka ke messunki' ke galugui?
B7: Ia ke jiongki' daera lappah biasai bahaya, tapi iake daera buntu te'da too nabahaya gaja.