Adat perkawinan (48)

Bahasa Indonesia Bahasa Duri

Adat perkawinan

A1: Bolehkah saya bertanya kepada Anda tentang adat orang Duri?
B1: Boleh. Apakah yang akan Anda tanyakan?
A2: Bagaimana caranya kalau orang di sini mengadakan pesta perkawinan?
B2: Kalau orang di sini akan mengadakan pesta kawin, calon pengantin laki-laki pergi dahulu dilamarkan. Kalau sudah diterima, disuruh lagi menaikkan barang.
A3: Apakah yang dimaksud dengan menaikkan barang?
B3: Yang dimaksud dengan 'menaikkan barang', adalah pihak laki-laki membawa barang yang akan dimakan pada saat mengadakan pesta.
A4: Apa-apa saja biasanya dibawa oleh pihak laki-laki yang akan kawin?
B4: Banyak macamnya. Kalau orang kaya membawa kerbau, membawa beras, membawa uang, membawa emas. Kalau tidak kaya, cuma kambing saja dipotong, ada juga yang cuma ayam dipotong, bahkan ada yang cuma membuat makanan dari beras ketan dicampur gula merah.
A5: Berapa banyak uang yang dibawa kalau orang akan kawin?
B5: Banyak macamnya. Ada yang dua juta, ada yang satu juta, ada yang cuma lima ratus ribu, ada juga yang cuma dia ratus ribu saja.

Ada’ mangpabotting

A1: Wa'dingraka ke kukutanaiki' to ada' to-Duri?
B1: Wa'ding una. Apara la tapekutanaan?
A2: Matumbara ke mangpabottingngi to tau inde'?
B2: Iana la mangpabotting to tau inde' male jolo' dipangkadaan to muane. Iana ditarimamo disuami mangpaendek.
A3: Apara disanga mangpaendek?
B3: Ia to disanga mangpaendek, ia to muane mbawa apa apa to dikande ke bottingngi.
A4: Apa unamora biasa napaendek to muane ke la bottingngi?
B4: Buda lalanna. Iana tosugih mbawa tedong, mbawa rido, mbawa doi', mbawa bulawan. Iana te'da nasugih biasa bekera digere', den too to manukra digere', den lalo uga'na to mangpalopo' bangra.
A5: Sipirara doi' napaendek to tau ke bottingngi?
B5: Buda rupanna. Den to sidua juta, den to simesa' juta, den to silimaratuh sa'bu, den too siduaratuhra sa'bu.